Napak Tilas Santri Baru
Dari informasi yang kami dapatkan bahwa santri yang pertama kali mukim di
Al-Ishlah ada 12 orang, enam orang diantaranya
adalah santri yang berada dalam binaan
KH. Thoha Mu’id semenjak beliau masih berada di Pondok Pesantren
Mojosari. Dengan pulangnya Romo Kyai dari Mojosari, maka mereka ikut serta pindah
(boyong) ke Al-Ishlah agar dapat tetap berguru kepada KH. Thoha Mu’id. Mereka
itu adalah :
a.
Wahid dari Berbek – Nganjuk
b.
Turmudzi dari Tunjung – Udanawu – Blitar
c.
Mujib dari Bonagung – Udanawu – Blitar
d.
Hasyim dari Dadaplangu
e.
Pandi dari Ngetos – Nganjuk
f.
Chozin dari Kedungombo – Warujayeng
Sedangkan enam
orang lainya adalah tergolongn santri baru, dalam arti bukan termasuk santri
yang ikut serta pindah bersama Kyai dari Mojosari, mereka adalah:
a.
Katib dari Ngronggot
b.
Ghozali dari Bumiayu
c.
Ridlo dari Bumiayu
d.
Abidin dari Bumiayu
e.
Basori dari Ponorogo
f.
Dimyati dari Kertosono – Nganjuk
Dengan demikian, tidaklah berlebihan jikalau ke-dua
belas orang tersebut berhak mendapatkan predikat sebagai gelar “Assabiqnal
Awwalun” generasi pertama, sebagai pelaku
sejarah dalam bertholabul ilmi di Pondok Pesantren Al-Ishlah.

0 komentar:
Posting Komentar