Jumat, 11 Mei 2012

Dinamika Perkembangan Pondok Pesantren Al-Ishlah Dalam Setengah Abad


Napak Tilas Santri Baru
Dari informasi yang kami dapatkan bahwa santri yang pertama kali mukim di Al-Ishlah ada 12 orang, enam orang diantaranya  adalah santri yang berada dalam binaan  KH. Thoha Mu’id semenjak beliau masih berada di Pondok Pesantren Mojosari.  Dengan pulangnya Romo Kyai dari Mojosari, maka mereka ikut serta pindah (boyong) ke Al-Ishlah agar dapat tetap berguru kepada KH. Thoha Mu’id. Mereka itu adalah :
a.          Wahid dari Berbek – Nganjuk
b.         Turmudzi dari Tunjung – Udanawu – Blitar
c.          Mujib dari Bonagung – Udanawu – Blitar
d.         Hasyim dari Dadaplangu
e.          Pandi dari Ngetos – Nganjuk
f.          Chozin dari Kedungombo – Warujayeng
Sedangkan  enam orang lainya adalah tergolongn santri baru, dalam arti bukan termasuk santri yang ikut serta pindah bersama Kyai dari Mojosari, mereka adalah:
a.          Katib dari Ngronggot
b.         Ghozali dari Bumiayu
c.          Ridlo dari Bumiayu
d.         Abidin dari Bumiayu
e.          Basori dari Ponorogo
f.          Dimyati dari Kertosono – Nganjuk
Dengan demikian, tidaklah berlebihan jikalau ke-dua belas orang tersebut berhak mendapatkan predikat sebagai gelar “Assabiqnal Awwalun” generasi pertama, sebagai pelaku  sejarah dalam bertholabul ilmi di Pondok Pesantren Al-Ishlah.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template