Jumat, 11 Mei 2012

Metode Pembelajaran


Metode Pembelajaran
Jejak rekam metode pembelajaran di Pondok pesantren al-Ishlah tercatat mengalami beberapa perubahan, hal ini dilakukan karena mengikuti tuntutan perkembangan zaman di bidang pendidikan dan pengajaran.  Pada mulanya Al-Ishlah menerapkan sitem pengajian wetonan dan sistem sorogan. Metode weton sendiri adalah ceramah yang diberikan oleh Kyai kepada santri secara bersama-sama, para santri mengikuti pelajaran dengan duduk disekeliling kyai, dengan  menyimak kitab yang sedang dikaji oleh Kyai dan masing dari santri membuat catatan padanya, dikalangan pesantren lebih dikenal dengan istilah  ngapsahi/ maknani kitab (memberikan catatan kecil yang berkaitan dengan makna pada kitab yang sedang dikaji). Kata Weton berasal dari bahasa  Jawa yang berarti waktu, karena pada dasarnya kegiatan pengajian seperti ini  dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah sholat maktubah. Akan tetapi  setiap daerah mempunyai istilah yang berbeda-beda  dalam menyebut  metode ini, di Jawa Barat menggunakan istilah Bandongan, sedangkan di Sumatra terkenal dengan Halaqoh. Keduanya mempunyai maksud yang sama yaitu metode pengajian dimana para santri duduk melingkar disekeliling Kyai untuk mengikuti pengajian yang disampaikan oleh Kyai.
Sedangkan metode Sorogan adalah metode  belajar secara perorangan dimana para santri menghadap Kyai seorang satu per satu secara bergantian dengan membawa kitab yang akan dipelajari. Kyai kemudian membacakan  kitab, menterjemahkan dan menjelaskan maksudnya, sementara santri mendengarkan dan menyimak penjelasan dari Kyai. Kemudian ia mengulangi dan mempelajari apa yang telah diberikan sampai merasa telah dapat menguasai pelajaran tersebut, lalu pada kesempatan yang lain ia datang lagi menghadap Kyai untuk mendengarkan pelajaran lanjutannya secara singkat.
Seiring dengan perkembangan metode pembelajaran di dunia pendidikan, maka al-Ishlah pun berusaha untuk menyesuaikan diri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan metode pembelajarannya, seperti menggunakan metode Syawir (musyawarah/diskusi), praktikum, pembuatan makalah dan presentasi, dan lain-lain. Di samping menerapkan metode sebagaimana telah diuraikan , pondok pesantren al-Ishlah juga menerapkan sistem pengajian kilatan yang dilaksanakan setiap  bulan Romadlon
Semua itu dilakukan dengan harapan akan mengasilkan out put yang berkualitas, sehingga siap untuk diterjunkan di tengah-tengah masyarakat dengan segala kopetensi yang ia miliki.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template